
Pengadilan Agama Ambarawa dalam sebulan terakhir menjadi tempat pertemuan penting antara dunia hukum dan dunia akademik. Dua guru besar dari dua universitas ternama hadir bergantian, membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pengembangan kelembagaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kunjungan pertama dilakukan pada 15 April 2025 oleh Prof. Dr. Illya Muhsin, Guru Besar dari UIN Salatiga. Sementara itu, pada 2 Mei 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Abdul Ghofur, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang, turut hadir dalam kunjungan serupa.
Kedatangan kedua akademisi ini bukan sekadar bentuk silaturahmi, melainkan langkah konkret membangun sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga peradilan. Ketua Pengadilan Agama Ambarawa, Muh. Irfan Husaeni, S.Ag., M.Si., menyambut langsung kunjungan tersebut dengan penuh antusiasme dan semangat kolaboratif.
“Kami sangat terbuka terhadap kerja sama yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, baik untuk aparatur kami maupun bagi mahasiswa yang belajar di sini,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula peluang kolaborasi seperti program magang, kuliah praktisi, hingga pengembangan riset berbasis kebutuhan riil di lapangan. Para guru besar menyampaikan apresiasi atas iklim kerja yang kondusif serta keterbukaan Pengadilan Agama Ambarawa dalam mendukung kegiatan akademik.
Kunjungan ini mempertegas posisi Pengadilan Agama Ambarawa sebagai mitra strategis bagi dunia pendidikan, khususnya dalam bidang hukum dan syariah. Sinergi semacam ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem hukum yang lebih humanis dan berbasis ilmu pengetahuan.