MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PENGADILAN AGAMA AMBARAWA

Jl. Mgr. Soegijopranoto no. 105, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, 50614
Home / Berita / Menarik: Patung Soekarno-Hatta, Warisan yang Diangkat dari Tanah Perjuangan

Menarik: Patung Soekarno-Hatta, Warisan yang Diangkat dari Tanah Perjuangan

 

 

(Catatan Pancasila dari Ambarawa)

Malam yang tak sekadar malam.
Tanggal Satu Juni bukan hanya tanggal. Ia adalah simpul sejarah: hari lahirnya Pancasila. Dan di tanah pertempuran Ambarawa, sejarah itu kembali hidup—bukan lewat buku, bukan lewat pidato, tapi lewat patung perunggu setinggi 3,5 meter: Proklamator Soekarno dan Hatta, kini berdiri dengan diam yang menyuarakan banyak hal.

Dalam acara puncak bertajuk “Mewarna Citranira Ambarawa”, keluarga besar pematung RA Nugroho Adi menyerahkan karya seni yang bukan sekadar estetika, tetapi juga etika kebangsaan. Patung itu diserahkan langsung kepada Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, disaksikan pejabat dan masyarakat, dan tak ketinggalan, Ketua Pengadilan Agama Ambarawa, Muh Irfan Husaeni, yang ikut menyaksikan prosesi pembukaan selubung.

Tak banyak yang tahu, tiga bersaudara seniman: RA Nugroho Adi, RBA Koentjoro Budi Pranoto, dan RA Hartanto Agung Yuono, adalah orang-orang di balik patung-patung bersejarah di Ambarawa.

Bupati Ngesti tak hanya menerima simbol. Ia menerima warisan—dalam bentuk patung, dan dalam semangat gotong royong. Patung itu akan dipasang di Taman Karangjati, depan kantor PT Nasmoco, saat waktu telah tepat.

Dan seperti biasa, semangat tak bisa dicipta dalam satu malam.
Gerakan “Mewarna Citranira Ambarawa” sudah berlangsung jauh sebelum seremoni. Dari restorasi Monumen Palagan hingga festival lukis se-Jawa-Bali, semua berpuncak di malam itu—malam penuh narasi, tari Hanoman, dan tentu, gema Pancasila.

Ada yang menyebutnya “patung”. Tapi sejarah menyebutnya pengingat.
Bahwa bangsa ini dibangun dari keyakinan, dari seni yang hidup, dan dari tangan-tangan yang memilih memberi, bukan menunggu dihargai.

Karena sejarah tidak diwariskan. Sejarah—dihidupkan. (Tim Humas/IT).

We use cookies to personalise content and ads, to provide social media features and to analyse our traffic. We also share information about your use of our site with our social media, advertising and analytics partners. View more
Cookies settings
Accept
Privacy & Cookie policy
Privacy & Cookies policy
Cookie name Active
Save settings
Cookies settings