
Ambarawa, 1 Agustus 2025 — Pengadilan Agama Ambarawa mencatat sejarah baru dalam dunia peradilan agama. Bertepatan dengan Hari Lahir Peradilan Agama ke-143, Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Semarang, Dr. Hj. Rokhanah, S.H., M.H. memberikan pembinaan kepada seluruh aparatur PA Ambarawa dengan didampingi juru bahasa isyarat. Ini merupakan pertama kalinya pembinaan tingkat tinggi dilakukan secara inklusif bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan ini mengangkat tema “Bimbingan Teknis Membangun Layanan Inklusif melalui Ruang Isyarat” dan dihadiri oleh Sekretaris PTA Semarang, Ibu Rini, serta seluruh jajaran aparatur PA Ambarawa. Kehadiran juru bahasa isyarat merupakan hasil kerja sama dengan Yayasan Roemah Difabel Semarang, sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun peradilan yang ramah disabilitas.
Ketua PA Ambarawa, Muh. Irfan Husaini, dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa acara ini menjadi langkah awal untuk menciptakan pelayanan hukum yang lebih terbuka, merata, dan inklusif bagi semua kalangan masyarakat.

Dalam sesi pembinaan, Ketua PTA menyampaikan sejumlah pesan penting, termasuk pentingnya sikap ramah dalam pelayanan publik. Salah satu kutipan yang menarik perhatian adalah penggunaan “rumus senyum 227” (dua senti kanan, dua senti kiri, tahan tujuh detik) sebagai simbol pelayanan yang humanis.
Acara ini mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta dan menunjukkan bahwa perubahan ke arah peradilan inklusif dapat dimulai dari tingkat satuan kerja di daerah. PA Ambarawa menunjukkan bahwa komitmen terhadap aksesibilitas tidak harus menunggu instruksi dari pusat, melainkan dapat dimulai dengan inisiatif lokal yang kuat.
Dengan kegiatan ini, PA Ambarawa mempertegas perannya sebagai satuan kerja yang adaptif, inovatif, dan peduli terhadap keberagaman kebutuhan masyarakat.