



AMBARAWA (08/04/2026) – Atmosfer progresif menyelimuti Kantor Pengadilan Agama (PA) Ambarawa pada Minggu pagi. Aula kantor yang biasanya tenang, mendadak berubah layaknya ruang konvensi hotel bintang lima. Suasana prestisius ini tercipta berkat dukungan sistem IT dan sound system yang mumpuni dalam gelaran pelatihan pelayanan prima yang dinamis dan interaktif.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam tersebut terasa begitu singkat bagi para peserta. Tidak hanya diikuti oleh internal aparatur PA Ambarawa, acara ini juga dihadiri oleh jajaran Dharmayukti Karini, serta mitra strategis dari perbankan, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Sentuhan Magis Ketua PTA Semarang
Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Semarang. Beliau membawa metode pelatihan yang hidup dan menggerakkan, jauh dari kesan teoretis yang kaku. Nilai-nilai organisasi disampaikan melalui pendekatan yang menyentuh hati, memicu antusiasme peserta untuk tampil memperagakan yel-yel dengan energi yang menular.
Satu kata penyemangat yang terus bergema di sepanjang sesi adalah “Fight!”. Seruan ini menjadi simbol perlawanan terhadap rasa puas diri dan motivasi untuk terus berjuang memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pencari keadilan.
Internalisasi Delapan Nilai Utama
Acara ini ditegaskan sebagai gerakan perubahan tanpa biaya (gratis), namun memiliki dampak yang luar biasa terhadap mentalitas warga peradilan. Inti dari kegiatan ini adalah penguatan kesadaran kolektif terhadap Delapan Nilai Utama Mahkamah Agung RI, yakni:
- Kemandirian
- Integritas
- Kejujuran
- Akuntabilitas
- Responsibilitas
- Keterbukaan
- Ketidakberpihakan
- Perlakuan yang sama di hadapan hukum.
Komitmen Menuju Mahkamah Agung yang Agung
Melalui momentum ini, seluruh warga peradilan yang hadir kembali menyatakan kesetiaannya untuk mendukung penuh kemandirian lembaga. Semangat yang terbangun di Ambarawa hari ini diharapkan menjadi bahan bakar bagi perubahan pelayanan yang lebih nyata, transparan, dan akuntabel.
“Ini bukan sekedar acara, ini energi baru,” ungkap salah satu peserta di lokasi. Dengan semangat yang berkobar, agenda ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga marwah lembaga demi mewujudkan visi besar: Mahkamah Agung Selamanya Agung.