MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PENGADILAN AGAMA AMBARAWA

Jl. Mgr. Soegijopranoto no. 105, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, 50614
Home / 2026 / June / 30

Wah Pertama Di Lingkungan Peradilan Mahasiswa PPL Wajib Lolos E-Learning Antikorupsi KPK

AMBARAWA, Langkah tidak biasa dilakukan oleh Pengadilan Agama Ambarawa dalam mengimplementasikan program Sekolah Antikorupsi yang baru diluncurkan. Tidak hanya memberikan materi antikorupsi secara klasikal, PA Ambarawa mewajibkan seluruh mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mengikuti dan menuntaskan E-Learning Pengetahuan Antikorupsi Dasar dan Integritas (PADI) Umum yang diselenggarakan Pusat Edukasi Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kebijakan ini menjadi salah satu terobosan yang disebut-sebut sebagai yang pertama dilakukan di lingkungan peradilan, bahkan berpotensi menjadi model pendidikan antikorupsi bagi mahasiswa hukum dan syariah yang menjalani praktik di lembaga peradilan. Jumat (19/6/2026) Mahasiswa dari UIN Salatiga dan UIN Walisongo Semarang yang sedang melaksanakan PPL di PA Ambarawa diwajibkan menyelesaikan kelas E-Learning Pengetahuan Antikorupsi Dasar dan Integritas Umum melalui Portal pembelajaran antikorupsi KPK. Setelah menyelesaikan seluruh materi dan evaluasi, peserta memperoleh sertifikat resmi dari KPK sebagai bukti kelulusan. Inisiatif tersebut berada di bawah pengampuan dan pembimbingan Hakim PA Ambarawa, Barra Muhammad Hilma Iskandar, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang mewajibkan mahasiswa bimbingannya mengikuti pendidikan antikorupsi secara mandiri melalui platform KPK, di samping menerima pendidikan antikorupsi yang diberikan langsung oleh pengajar internal PA Ambarawa. Belajar hukum itu penting, tetapi belajar jujur dan berintegritas adalah fondasinya. Itulah pesan yang ingin ditanamkan PA Ambarawa melalui Sekolah Antikorupsi yang kini mulai melahirkan lulusan-lulusan muda bersertifikat antikorupsi dari KPK. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami hukum dan prosedur peradilan, tetapi juga memiliki fondasi integritas yang kuat sejak dini. Antikorupsi tidak cukup diajarkan melalui teori, tetapi harus ditanamkan sebagai budaya dan karakter,” ujar Barra kepada Tim Redaksi. (Humas/Tim IT).

We use cookies to personalise content and ads, to provide social media features and to analyse our traffic. We also share information about your use of our site with our social media, advertising and analytics partners. View more
Cookies settings
Accept
Privacy & Cookie policy
Privacy & Cookies policy
Cookie name Active
Save settings
Cookies settings