
Ambarawa – Pengadilan Agama Ambarawa menggelar rapat dinas akhir tahun pada Senin, 9 Desember 2025, di aula kantor setempat. Rapat ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penajaman arah kerja menjelang tahun 2026. Dipimpin Ketua Pengadilan Agama Ambarawa, Muh. Irfan Husaeni, kegiatan tersebut diikuti seluruh jajaran hakim, kepaniteraan, dan kesekretariatan. Suasana rapat mencerminkan semangat kerja kolektif—menyingsingkan lengan baju, mengevaluasi capaian, dan menyiapkan langkah ke depan.
Rapat dimoderatori Panitera Ahmad Roikan, yang sekaligus memaparkan sejumlah kegiatan inti yang telah terlaksana sepanjang tahun 2025. Di antaranya penataan dan penyusunan arsip, pelaksanaan public campaign antikorupsi, serta rapat koordinasi tim kepaniteraan. Menurut Ahmad, kegiatan tersebut menjadi fondasi penguatan tata kelola dan integritas lembaga, sejalan dengan agenda reformasi birokrasi di lingkungan peradilan agama.
Sekretaris Masnan Eriyanto menekankan pentingnya pengaktifan aplikasi Coretax serta pemenuhan Indikator Kinerja Utama Mahkamah Agung, termasuk kewajiban pelatihan minimal 20 jam per tahun bagi seluruh pegawai yang harus diunggah melalui SIKEP. Agenda lain yang menjadi sorotan ialah percepatan penyusunan laporan tahunan dan strategi capaian kinerja dan memastikan Renstra direviu bersama melalui sosialisasi.
Wakil Ketua Nunung Indarti dalam pembinaannya menegaskan kembali pentingnya integritas, menghindari pelayanan yang bersifat transaksional, serta memastikan promosi dan mutasi dilakukan berdasarkan data objektif. Ia juga mengingatkan kewajiban laporan Hawasbid, pengisian ETR, peningkatan disiplin pegawai, serta pengumpulan evidence Zona Integritas tahun 2025.
Dalam penutup rapat, Ketua Muh. Irfan Husaeni menyampaikan kabar bahwa Pengadilan Agama Ambarawa meraih penghargaan sebagai satuan kerja Pelaksana Program Pengendalian Gratifikasi terbaik persentase e-learning terbanyak tahun 2025, sebagai wujud komitmen budaya antikorupsi. Ia menegaskan juga agar semua pegawai berpartisipasi dalam penggalangan donasi bagi korban banjir Sumatera yang difasilitasi PTA Semarang, IKAHI dan IPASPI maupun melalui jalur lainnya. (Humas).



